Healthy Communictation 101

Mungkin kebanyakan dari kita sudah merasa bahwa kita butuh upaya yang tidak kecil atau bahkan besar untuk menjaga suatu hubungan. Tapi apakah kita semua hubungan harus menjadi tidak menyenangkan seperti itu? Bukankah tujuan utama kita ingin terlibat dalam hubungan dengan pasangan kita adalah untuk mencari keamanan dan kenyamanan di dalam dunia yang dikelilingi oleh kebisingan dan masalah?

Betul, suatu hubungan yang sehat seharusnya menawarkan kenyamanan dan keamanan dari lingkungan sekitar. Pertanyaan yang mungkin anda tanyakan adalah bagaimana kalau hubungan yang anda miliki tidak seperti itu dan pasangan anda cenderung membuat anda merasa gelisah , marah, direndahkan, sedih, dll? 

Jawabannya adalah itu mungkin anda perlu melakukan diskusi yang terbuka dengan pasangan anda demi hubungan yang sehat. Kompleksitas selanjutnya adalah apa yang dapat didefinisikan sebagai komunikasi yang terbuka? 

Mungkin anda membayangkan suatu diskusi terbuka seperti mengexpresikan diri sendiri tanpa mempedulikan apa yang dirasakan pasangan kita atau bahkan saling meneriaki sesama, tapi itu bukan merupakan komunikasi terbuka yang sehat khususnya jika kita sayang dengan pasangan kita. 

Komunikasi terbuka yang sehat terlihat seperti 2 orang saling menceritakan ke sesama mengenai apa yang mereka rasakan dalam hubungan itu , mau hal tersebut adalah hal yang positif ataupun negatif, dengan membuat dialog itu senyaman dan seaman mungkin bagi pasangan kita. 

Sebagai contoh, kalau kita mengatakan    "KAMU tau tidak bahwa KAMU bikin saya kesal saat KAMU tidak mengabari saya?!"    , bayangkan apa yang akan muncul di benak pasangan kita? 

Apakah anda memperhatikan bagaimana kata "kamu" disini di capslock ? ini apa yang ada dibenak pasangan kita, dia hanya bisa mendengar kata "KAMU" di dalam benak dia dan kemungkinan besar dia merasa disalahkan oleh anda.

Komunikasi yang sehat terlihat seperti ini : "Sebetulnya saya merasa seperti dilupakan saat saya tidak mendapat kabar dari kamu dan saya ingin sekali merasa bahwa kamu tidak akan meninggalkan saya sendirian, kira-kira apakah kamu bisa mengabari saya sebelum kamu pergi? itu akan sangat berarti bagi saya" 

Hindari menggunakan kata "kamu" saat ingin mengkomunikasikan rasa tidak nyaman, gunakan "saya" supaya pasangan kita tidak merasa terserang oleh apa yang ingin kita katakan.

Happy relationship, happy life, sekian dan terima kasih

Salam, Dennis Lawardi


Comments

Popular posts from this blog